Jurnal IT: Kontemplasi Dunia Komputasi

Sedikit sekali waktu saya untuk melakukan kontemplasi. Ini kalau di istilahkan pada  sistem operasi yaitu defragment. Maksudnya adalah mengembalikan dan menyatukan kembali file-file yang terfragmentasi, sehingga access timingnya berlangsung cepat.

Hal yang sama seharusnya terjadi pada saya. Minimal 1 bulan sekali melakukan “defragment”. Kesempatan itu akhirnya tiba pada saat terjadi gerhana bulan tanggal 28 Agustus 2007. Tiba-tiba pikirannya saya ringan tanpa beban. Semua pressure yang ada hilang sama sekali. Entah mengapa saya sendiri tidak menemukan jawabannya.

Perasaan itu berlangsung beberapa saat. Momen seperti itulah yang saya tunggu-tunggu. Ringan sekali. Pikiran pun mengalir lancar tanpa terblok atau terhambat oleh bilangan-bilangan digit komputasi. Terlintas dalam benak saya, andaikata penguasaan teknologi yang dilakukan oleh manusia terhadap tenaga listrik mengalami masalah… hmmm apa yang bakal terjadi???

Coba bayangkan, manusia pada saat ini sudah begitu tergantung pada mesin komputasi. Dan yang menjalankan mesin tersebut adalah catu daya listrik. Bagaimana seandainya kalau pasokan listrik habis. Atau bayangkanlah kalau listrik padam. Apa yang akan terjadi dengan data-data penting yang tersimpan dalam mesin komputasi.

Wow, kita kembali mundur beberapa abad. Kembali ke dunia kertas dan tulisan. Bahkan bukan hal yang tidak mungkin kita kembali ke zaman batu. Bagaimana tidak? Semuanya digerakan oleh generator yang membangkitkan power listrik. Sementara sumber daya energi yang terbarukan masih terbatas dan itu pun sangat mahal.

Tidak heran kalau Negara seperti Iran sangat ngotot untuk menguasai teknologi Nuklir, atau Korea Utara atau siapapun itu. Karena mereka semua termasuk kita, tidak mau kembali mundurnya peradaban manusia dalam hitungan detik.

Ada sebuah adagium yang terkenal, “Barat membawa peradaban manusia dengan Listrik”. Dan memang hal itu tak terbantahkan. Tapi ketika semua mencapai klimaks, tidak ada satu pun yang sanggup menghentikannya. Semua kemajuan yang dicapai oleh umat manusia dalam penguasaan sumber daya tenaga listrik, hilang dalam sekejap.

Lalu yang terbayang dalam pikiranku adalah cara-cara lama, yang dikenal orang dengan sebutan teknologi konservatif alias kuno. Apakah cara itu? Menggunakan lembaran daun lontar untuk menyimpan dan menulis data, memanfaatkan merpati pos untuk menggantikan komunikasi sms, e-mail, chatting, atau handphone, menunggang kuda untuk kendaraan menggantikan kendaraan bermotor dan pesawat.

Saya menyebutnya cara alam. Karena manusia diajarkan oleh alam dan lingkungannya. Di samping insting alami yang telah diberikan oleh Tuhan. Saat ini manusia begitu jauh dari alam dan lingkungannya. Tapi suatu saat nanti manusia pasti sangat-sangat membutuhkannya lagi. Melebihi kebutuhannya dari saat ini dan waktu yang lalu. Maka berbaik-baiklah dengan alam. Alam pun akan bersahabat dengan kita.
Lalu apa kaitannya kontemplasi ini dengan semuanya? Saya pikir adalah sangat bijaksana jika mengkombinasikan keduanya. Yaitu teknologi alam dan teknologi manusia. Keduanya saling melengkapi dan saling mengisi. Keduanya lahir dari harmoni sistem jagat raya.
Sama halnya ketika sebuah sistem operasi berjalan dengan baik, karena ditunjang oleh kombinasi hardware dan software yang tepat. Semua itu memudahkan manusia dalam pekerjaannya. Pekerjaan yang melahirkan berbagai macam inovasi-inovasi terbaru yang mengagumkan.

***

Bayu N. Saputra

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://netfarm.blogsome.com/2007/09/04/jurnal-it-kontemplasi-dunia-komputasi/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1430 H.

Google
 

hit counter
Blog Stat